Tentang CU

“…Definisi Credit Union (CU). Di antara Pemerhati CU tentu saja pengertian atau definisi CU kurang lebih sama. Tetapi bagi banyak orang pengertiannya menjadi kurang pas. Ada yang mengatakan CU tidak beda dengan Koperasi pada umumnya atau menyamakan dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Bahkan sebenarnya dengan beberapa “Credit Union” lainnya pun terdapat perbedaan.



Lebih keliru lagi kalau mengatakan bahwa CU adalah lembaga keuangan atau perusahaan. Yang benar adalah pendapat yang mengartikan CU sebagai ‘kumpulan orang’ lebih dari sekedar ‘kumpulan uang’. Kita tidak bisa melihat ‘keberhasilan’ CU dilihat dari besarnya dana yang terkumpul atau berapa keuntungan yang diperoleh tetapi sampai seberapa jauh prinsip-prinsip dan nilai-nilai CU berpengaruh pada anggota dan masyarakat sekitarnya…”

“…Tiga rumusan kebijakan cerdas yang ditempuh oleh  F. W Raiffeisen: pertama: kumpulkan uang dari orang kaya bagikan kepada orang miskin tetapi nasib rakyat tetap miskin; kedua: kumpulkan roti dari pabrik roti bagikan kepada orang miskin tetapi nasib rakyat tetap miskin; ketiga: kumpulkan uang dari sesama miskin kemudian pinjamkan, maka kondisi masyarakat miskin mengalami perubahan dengan baik

Pengertian kumpulkan “uang dari sesama miskin dan pinjamkan” pada waktu itu di Jerman disebut ”Credit Union”. Artinya, sesama miskin saling mengangkat dan membangun swadaya dan solidaritas disertai dengan pertemuan, diskusi sesama miskin untuk memecahkan kesulitan mereka bersama. Proses pertemuan, diskusi pada ”waktu itu” di Jerman dapat diartikan sebagai tindakan menjalankan ”pendidikan”.

Memang dalam literatur di Indonesia sedikit yang menyinggung istilah ”Credit Union” dibandingkan dengan istilah koperasi, namun sebagai kekhususannya ”Credit Union” merupakan kumpulan ”orang dan uang” yang membedakannya dengan istilah koperasi yang bergerak di  sektor riil pada waktu itu. ….

Kalau ditelusuri dengan lebih cermat, memang ada perbedaan substantif dari sifat operasionalisasi kedua istilah  Credit Union dan Koperasi pada ”waktu itu”. Credit Union khusus bidang ”uang” yang berfungsi sebagai ”institusi keuangan berbasis masyarakat” yang menjadi sumber modal bagi anggota untuk mengembangkan uang bersama. Sedangkan  koperasi memiliki fungsi menjalankan ”usaha perdagangan” atau ”usaha produktif” milik anggota...”

Di beberapa negara ada yang menggunakan kata koperasi di belakang Credit Union antara lain seperti ”Credit Union Cooperative”. Namun banyak negara dan assosiasi tetap konsisten menggunakan istilah ”Credit Union” (CU).  Contohnya, perhimpunan organisasi Credit Union dunia dan perhimpunan organisasi Credit Union Asia yang tetap konsiten menggunakannya. Association Of Asian Confederation of Credit Union (ACCU) berkedudukan di Bangkok dan World Council of Credit Union (WOCCU) berkedudukan di Madison, Wisconsin USA. Atas dasar konsistensi dan genuine spirit, istilah Credit Union tetap digunakan di Kalimantan dan beberapa daerah di Indonesia.

Sejatinya, nilai dan prinsip CU memang membawa pengaruh pada kehidupan masyarakat. Contohnya masyarakat Dayak di Kalimantan kini memiliki kesadaran dan semangat menabung. Dari pergeseran perilaku tersebut, banyak putera Dayak kini berhasil mengecap pendidikan tinggi di kota-kota besar dan mancanegara.  Ketika penulis pertama kali belajar CU di Kalimantan hampir semua orang di sana mengenal CU. Bahkan mereka menyebutnya “Banknya orang Dayak”, karena menurut mereka hanya CU yang mampu memberikan pelayanan keuangan kepada masyarakat Dayak di daerah pedalaman.

CU memang  tempat untuk saling membantu. Karena CU sungguh mengajarkan anggotanya untuk menabung lalu memanfaatkan tabungannya (meminjam) untuk hal yang produktif. Bahkan CU melindungi simpanan dan pinjaman yang ada. Semua dari anggota oleh anggota dan untuk anggota.   People helping people help themselves adalah moto global yang sangat sesuai karena memiliki semangat  dalam membantu orang lain untuk menolong dirinya sendiri.

Buku ini sebagian besar merupakan materi DIKSAR (Pendidikan Dasar) yang wajib diikuti secara penuh oleh seluruh anggota. Prinsip dan nilai-nilai yang diajarkan CU dalam pendidikan dasar ini memiliki pengaruh kepada anggota dan membawa perubahan positip kepada masyarakat sekitar. Di samping untuk menambah literatur umum tentang CU yang sangat terbatas, juga untuk mendorong gerakan pemberdayaan masyarakat ini semakin diketahui banyak orang.

Semakin luas gerakan pemberdayaan masyarakat ini menyebar, semakin cepat kesejahteraan dan keadilan sosial masyarakat akan tercapai sehingga “adil dan keadilan” yang disebut hingga 5 kali dalam pembukaan UUD 45 dapat terealisasi.

Akhirnya apa yang dicita-citakan dalam semangat UUD 45 untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat lebih cepat terwujud dan bukan hanya cita-cita. Amin.